Berbarengan dengan Ramadan, Perayaan Ogoh-ogoh di Gresik Dijadwalkan Lebih Sore

 


Gresik,  radarhukum.online - Keindahan tolerensi antar umat beragama tampak di Desa Laban, Menganti Gresik. Dikala umat Hindu di kawasan kota santri itu merayakan peringatan Hari Raya Suci Nyepi, sebagian umat Islam melakukan salat tarawih di bulan Ramadan.
Meski demikian, warga Laban tetap menjaga keharmonisan antar umat beragama. Salah satunya kegiatan pawai Ogoh-ogoh yang akan dilaksanakan pada Minggu (10/3/2024).

"Agar tidak mengganggu kegiatan salat tarawih umat Muslim, kita mengubah jadwal pawai ogoh-ogoh," kata Rio Arfani salah satu anggota perkumpulan Pemuda Hindu Laban Kulon Swastika Yuwana 

Rio menambahkan perubahan jadwal tersebut dilakukan agar ketika melintas di Masjid yang berada di desa tidak bersamaan dengan umat muslim yang melaksanakan salat tarawih. Untuk itu jadwal pawai yang biasa digelar mulai malam, kini diubah menjadi lebih awal.

"Kalau biasanya dimulai setengah tujuh, sekarang dimulai pukul 5 sore. Ini agar pas melintas masjid tidak barengan orang tarawih," tambahnya.

Menurut Rio, selama ini warga sekitar meski berbeda agama tetap menjaga tolenrsi antarumat beragama. Baik agama Islam, Hindu maupun Nasrani.

"Di sini sesama warga, baik Hindu, Kristen dan Islam sangat rukun. Bisa hidup bertetangga dan saling menghormati," tambahnya.

Rio menjelaskan selama bertahun-tahun, ketika perayaan pawai ogoh-ogoh ia juga merasa terbantu dari pemuda-pemuda sekitar yang beragama Islam maupun agama lainnya. Terutama saat pembuatan hingga pawai ogoh-ogoh.

"Mulai pembuatan ogoh-ogoh juga ada tetangga beragama Islam ikut membuat dan mengangkat ogoh-ogoh saat pawai. Pokoknya hidup rukun dalam bertetangga," pungkas Rio.(red.al)

0 Komentar