Deretan Kandidat Cagub Terkuat di Pilkada Jawa Barat

  


Jakarta,   radarhukum.net - Sesuai hasil sigi sejumlah lembaga survei menunjukkan elekbilitas mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersaing dengan mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. Elektabilitas keduanya selalu berada di urutan pertama dan kedua hasil survei sejumlah lembaga. Tapi Ridwan Kamil diprediksi akan memenangkan pemilihan kepala daerah Jawa Barat jika pemilihan itu digelar saat ini.

Misalnya saja, hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang diliris pada Jumat pekan lalu. Survei yang digelar SMRC pada 27 Mei - 2 Juni 2024 itu menunjukkan bahwa elaktabilitas Emil –sapaan Ridwan Kamil— sangat dominan dari sejumlah kandidat calon gubernur lainnya.

"Ridwan Kamil mendapatkan suara 52,2 persen di Jawa Barat jika pemilihan kepala daerah dilakukan sekarang," kata Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani dalam keterangan tertulis pada Jumat, 7 Juni 2024.

Deni mengatakan lembaganya melakukan simulasi 27 nama calon gubernur. Meski begitu, responden dapat juga memilih nama di luar dari 27 daftar kandidat yang disodorkan kepada mereka.

Sesuai survei tersebut, di bawah Ridwan Kamil, ada  Dedi Mulyadi dengan tingkat elektabilitas sebesar 28,9 persen. Selanjutnya, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar sebesar 3,8 persen dan politikus Partai Demokrat Dede Yusuf Macan Effendi sebesar 1,9 persen. Adapun elektabilitas nama-nama lain berada di bawah Dede Yusuf.

Deni mengatakan elektabilitas Ridwan Kamil semakin tinggi jika politikus Partai Golkar itu hanya berduel dengan Dedi Mulyadi di pemilihan kepala daerah Jawa Barat. Ridwan meraih 60,5 persen dan Dedi Mulyadi hanya 37,9 persen. “Yang menjawab tidak tahu tinggal 1,6 persen," kata Deni.

Menurut Deni, elektabilitas Ridwan Kamil sangat tinggi karena warga Jawa Barat menilai positif kinerja mantan Wali Kota Bandung itu selama memimpin provinsi tersebut pada 2019-2024. Tercatat 86 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Ridwan Kamil saat menjadi gubernur.

Di samping itu, survei SMRC juga menunjukkan bahwa Ridwan Kamil mendominasi dukungan dari massa pemilih partai. Dukungan pada Ridwan Kamil cukup tinggi berasal dari pemilih Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Golkar, dan Partai Kebangkitan Bangsa.

Deni berpendapat, Golkar berpeluang besar memenangkan pilkada Jawa Barat 2024 jika partai berlambang pohon beringin itu mengusung Ridwan Kamil sebagai calon gubernur di sana.

Archi Research and Strategic –lembaga survei dan konsultan politik—juga pernah merilis hasil sigi pada akhir Maret lalu, yang hasilnya serupa dengan SMRC. Hasil sigi lembaga ini menunjukkan bahwa elektabilitas Ridwan Kamil unggul dari sejumlah figur lainnya, termasuk dengan Dedi Mulyadi.

Selanjutnya, di bawah Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi ada nama mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, mantan Kepala Polda Jawa Bara Mochamad Iriawan, Dede Yusuf, serta mantan Gubernur Jawa Barat dari PKS Achmad Heryawan.

Sesuai peta politik saat ini, Ridwan Kamil sesungguhnya berpeluang berkontestasi di pilkada Jawa Barat maupun Jakarta. Ridwan Kamil mendapat surat penugasan dari partainya untuk bertarung sebagai calon gubernur di pilkada Jakarta atau Jawa Barat.

Partai Gerindra juga mengusung Ridwan Kamil di pilkada Jakarta. Adapun partai besutan Prabowo Subianto itu mengusung kadernya sendiri, yaitu Dedi Mulyadi, untuk berkontestasi di pilkada Jawa Barat.

Berdasarkan surat rekomendasi DPP PAN yang dilihat Tempo, Tim Pilkada DPP PAN telah menyetujui dan merekomendasikan Bima Arya Sugiarto untuk maju sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat periode 2024-2029. Surat tersebut bernomor 1009/PILKADA/VI/2024.

“Tim Pilkada DPP Partai Amanat Nasional menyetujui dan merekomendasikan kepada Bima Arya Sugiarto sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat periode 2024-2029,” bunyi surat tersebut. 

Tim Pilkada DPP PAN juga menugaskan Bima Arya untuk mencari bakal calon pendampingnya. 

Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno membenarkan surat rekomendasi untuk Bima Arya tersebut. Namun ia menyebut surat rekomendasi itu belum keputusan final karena PAN memang menawarkan dua kadernya, Bima Arya dan Desy Ratnasari, kepada mitra koalisi untuk Pilgub Jabar.

“Belum ada kata ‘akhir’ (dalam keputusan siapa yang diusung). Seperti saya katakan di atas: kita menawarkan Desy dan Bima,” kata Eddy dalam pesan singkat kepada Tempo, Sabtu 8 Juni 2024. (red.Tim)



0 Komentar